Rabu, 14 Oktober 2015

WOW..... SEJARAH PULAU PANGGANG

SEJARAH PULAU PANGGANG

Pada tahun 1527M Pulau Panggang dan Pulau Cina (sekarang Pulau Karya) di masa zaman penjajahan Belanda merupakan salah satu tempat transit para pedagang Cina. Hal inilah yang membuat pulau-pulau ini sering didatangi oleh perompak guna mengambil paksa harta para pedagang dan tanpa segan-segan membunuh para pedagang tersebut dengan cara di panggang di tangah laut di perairan gosong pemanggang. Pada saat itu Pulau Panggang telah duhuni oleh pendatang dari suku Banten dan Mandar.

Sampai pada abad ke-18 para perompak masih sering datang ke Pulau Cina, akhirnya di masa yang sama hadir seorang ulama besar dari Batavia (sekarang Jakarta) bernama Habib ‘Ali. Menurut Sejarah masyarakat Pulau Panggang, ulama tersebut menyebrang dari tepian pantai Batavia, karena tidak ada kapal atau perahu Beliau berdo’a kepada Allah SWT di tepian pantai batavia tidak lama kemudian munculah seribu lumba-lumba menghampirinya dan kemudian Beliau naik ke punggung salah satu lumba-lumba tersebut. Adapun maksud kedatangan beliau adalah untuk berdakwah di wilayah Pulau Panggang. Habib ‘Ali berdakwah di Batavia dan di Pulau Panggang, pada suatu hari ketika hendak bertolak dari Batavia di tengah-tengah perjalanan menuju Pulau Panggang Beliau dihadang oleh gerombolan perompak yang biasa menjarah di wilayah Pulau Panggang. Dengan tenang Habib ‘Ali melemparkan sepotong kayu kecil ke tengah laut, atas izin Allah SWT kayu kecil tersebut berubah menjadi karang yang meng-karamkan dan menenggelamkan seluruh kapal perompak, setelah itu Habib ‘Ali dan rombongannya melanjutkan perjalanan ke Pulau Panggang.

Tidak lama setelah itu datanglah pasukan Belanda ke Pulau Panggang dengan maksud mengangkut Penduduk Pulau Panggang dan akan dibawa ke Batavia untuk kerja paksa, melihat hal ini Habib ‘Ali menangis dan beliau berdo’a kepada allah SWT dengan do’a : “Ya Allah... Selamatkanlah penduduk Pulau Panggang...” tak lama kemudian rantai-rantai besi yang mengikat Kapal para penduduk terputus dan seluruh Kapal Belanda tenggelam, namun tidak kapal penduduk sehingga mereka dapat dengan mudah kembali lagi ke Pulau Panggang.

adapun artikellain :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar